Sunday, February 13, 2011

say hi to this new guy

Seperti yang Dita, temen SMP gue, katakan di twitter:
"Kenapa gw bisa suka sama org? Kenapa gw bisa temenan dkt sama org? Chemistry. Udah. Itu doang."

Gue pernah berurusan sama orang yang persis sama kaya gue. PERSIS, mulai dari muka, kampus, sifat, cara pandang, hobi, semuanya. And it turns out bad. In fact, he's just a jerk. Gue juga pernah berurusan sama orang yang bersifat dan bercara pandang beda banget sama gue, walau gue dan dia berasal dari latar belakang yang sama. Hasilnya juga jelek. Yang ada gue malah ilfil: "apaan sih ni orang depressing banget. yaoloh pikirannyeee... emosi jiwa gue".

And now, meet Adit.

So we're from totally different world. I'm a normal human from earth, and he's an alien from outergalaxy. Boong ding. Maksud gue disini, gue dan Adit berasal dari latar belakang yang sama sekali berbeda. Satu kampus juga ngga, tempat kerja beda, bahkan kita ngga berasal dari kota yang sama. Bahkan tadinya di fesbuk kita cuma punya satu mutual friend. It's so out of blue deh tau-tau gue bisa kenal sama dia -__-

Itu baru latar belakang. Belum perbedaan umur yang cukup jauh, pemikiran, dan sifat. Gue kaya putri raja, dia kaya tukang kebun. Ngga lah, ini juga boong. Yang jelas, we have different point of view for many things. Ini karena dia, apa yah istilah halusnya, udah cukup dewasa, sedangkan gue sangat practical, tipikal orang yang belum sepenuhnya dewasa.

Tapi berurusan sama Adit ngga bikin gue ilfil. Berurusan sama dia malah bikin gue mikir: "nice guy. like his thoughts. let's just hope that he's not just another jerk". We do have lot of differences, but somehow it widen my mind, not narrow it. Dan fyi, gue baru kenal Adit dari sekitar 2 bulan lalu, tapi gue dan dia udah dekat sekarang. Isn't it funny, that actually you can become close this quick with someone you barely knew?

Jawabannya ada di kutipan Dita di atas. Chemistry. Makanya gue ngga percaya sama istilah opposite attract. Whether the person is totally opposite or exactly similar with you, there has to be a chemistry. Sesuatu yang bisa bikin gue nyaman dan bener-bener nyambung saat ngomong sama dia. Sesuatu yang bisa membuat gue bisa menerima pikiran dia. Sesuatu yang bisa bikin gue dan dia ketawa untuk hal ngga penting sekalipun.

Now we're in phase of getting know each other better. Kadang gue takut juga, apa yang gue tahu nantinya bisa mengubah persepsi gue tentang dia. Malah mungkin gue jadi ilfil. But hey, this little mysterious thing called chemistry can fix this. Tinggal bagaimana gue bisa menerima perbedaan orang lain untuk memperkaya diri sendiri. Yah tentu selama perbedaan itu ngga mengganggu gue, hehe..

So let's hope we have clear way ahead :)

0 kata teman: